
Malang Kota – Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS) bertransformasi dari STIKI sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peran dan dampak pendidikan tinggi bagi bangsa dan negara, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah dibangun sebelumnya. Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di tengah kehidupan masyarakat modern, khususnya di Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk dan pola konsumsi yang terus bertambah berdampak langsung pada volume sampah harian, sementara sistem pengelolaannya masih didominasi metode konvensional yang sangat bergantung pada kesadaran manusia. Akibatnya, pemilahan sampah sering tidak optimal dan berujung pada penumpukan limbah di tempat pembuangan akhir yang berpotensi mencemari lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, inovasi berbasis teknologi mulai dikembangkan sebagai solusi alternatif. Salah satunya datang dari Miatun Nadarima, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS), yang mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan melalui pendekatan Vision Transformer untuk sistem identifikasi dan pemilahan sampah otomatis. Penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat dijawab melalui pendekatan teknologi yang terukur dan berbasis data.
Vision Transformer sendiri merupakan metode modern dalam bidang computer vision yang mengadaptasi konsep transformer dari pemrosesan bahasa alami. Berbeda dengan metode konvensional yang fokus pada fitur lokal gambar, Vision Transformer menganalisis hubungan global antarbagian citra. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mengenali objek kompleks seperti sampah, yang memiliki variasi bentuk, warna, dan tekstur yang sulit dibedakan secara visual.
Dalam pengembangannya, sistem yang dirancang tidak hanya membagi sampah ke dalam kategori organik dan anorganik, tetapi hingga dua belas kelas spesifik, seperti plastik, kertas, logam, kaca, pakaian, sepatu, limbah biologis, baterai, dan lainnya. Klasifikasi yang lebih rinci ini penting karena setiap jenis sampah memerlukan metode pengolahan yang berbeda, sehingga proses daur ulang dapat dilakukan secara lebih presisi dan efisien.
Sistem pemilahan sampah ini bekerja dengan memanfaatkan kamera untuk menangkap citra sampah yang kemudian dianalisis oleh model Vision Transformer yang telah dilatih menggunakan dataset khusus. Meskipun masih dalam tahap prototipe, hasil pengujian awal menunjukkan tingkat akurasi yang cukup menjanjikan. Hal ini memperlihatkan potensi besar penerapan kecerdasan buatan dalam mendukung pengelolaan sampah modern yang lebih sistematis.
Melalui penelitian ini, mahasiswa Informatika UBHINUS menunjukkan peran aktif dunia akademik dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Pemanfaatan Vision Transformer dalam pemilahan sampah tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi dengan Internet of Things dan penerapan dalam skala yang lebih luas. Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dari solusi berkelanjutan menuju pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan ramah di masa depan.
Bersama UBHINUS, jadilah bagian dari generasi inovator yang siap menghadapi tantangan teknologi masa depan! Sebagai perguruan tinggi yang fokus pada teknologi, UBHINUS menyediakan lingkungan kreatif dan inovatif untuk mengembangkan kompetensi Anda. Dengan dukungan fasilitas modern dan bimbingan dari para ahli, UBHINUS berkomitmen mencetak lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global. Jangan lewatkan kesempatan ini penerimaan mahasiswa baru T.A. 2026/2027 telah dibuka! Daftar sekarang di pmb.ubhinus.ac.id dan dapatkan cashback 60% Uang Pangkal. Jadilah bagian dari UBHINUS sekarang www.pmb.ubhinus.ac.id.

